Untuk Anda yang memiliki Darah Tinggi ( Hipertensi ) , Wajib baca cerita pak didi :

Jangan di Anggap Remeh, Bahaya Darah Tinggi yang Sangat Mematikan

Sebelum Membaca Ceritanya, Anda Perlu Tau dulu, Bahwa Bukan Tanpa Alasan Anda Membaca Cerita ini, Mungkin Ini Jawaban Atas Doa-doa Anda Selama ini, Minta Solusi Terbaik Dari Tuhan …

Semoga ya Amiinnn …

Silahkan Baca Ceritnya dibawah ini :

Perkenalkan nama saya didi, umur saya baru 40 tahun, saya adalah seorang suami yang memiliki 1 istri dan 2 anak. Saya menjabat sebagai General Manager di sebuah perusahaan multinasional.

satu tahun terakhir ini , saya sering mengalami sakit-sakitan terutama di bagian kepala, karena kalau udah sakit engga bisa di tahan, kepala ini seperti mau pecah, beng … beng… beng …

Awalnya saya tidak terlalu memperdulikannya rasa sakit ini, pada saat saya sedang memimpin rapat , tiba-tiba penglihatan saya semakin buram hingga akhirnya saya tak sadarkan diri.

Pada saat bangun, saya kaget bukan main, saya udah ada di rumah sakit dan di kelilingi oleh anak istri saya, mereka pada tangis tersedu-sedu.

Karena saya penasaran apa yang terjadi terhadap diri saya sebenarnya, saya tanya langsung ke dokter. “Dok saya ini kenapa ?”

“Bapak terkena penyakit stroke” jawab dokter 

“Kenapa saya terkena stroke, apa penyebabnya” tanya saya lagi.

“setelah kami cek melalui test DNA bapak ini memiliki darah tinggi turunan dari ayah kakek pak didi, dan ketika saya tanya ke istri bapak, ternyata selama ini bapak belum pernah konsultasikan masalah ini ke dokter, karena meremehkannya, akhirnya bapak terkena stroke” jawab dokter.

Bahaya dari darah tinggi sangat mengerikan bagi nyawa bapak yaitu kematian. Jadi jangan di anggap remeh kalau udah memiliki darah tinggi. Dan pak, darah tinggi ini masuk dalam lima besar penyebab kematian di dunia dikarenakan komplikasinya yang sangat berbahaya, diantaranya : 

  1. Stroke
  2. Serangan Jantung
  3. Retinopati Hipertensif
  4. Gangguan Pada Ginjal
  5. Pecahnya Pembuluh darah arteri

Mendengar penjelasan dokter seperti itu, saya hanya bisa sabar dan pasrah, istri anak saya menangis sambil menenangkan saya.

Bibir saya pelo, kaki saya nggak bisa digerakkan, hanya bisa berjalan melalui kursi roda.

Tiga hari kemudian dokter mengatakan saya boleh pulang ke rumah.., dengan keadaan yang… yaaa… begitulah.

Karena kondisi saya yang tidak memungkinkan untuk memimpin sebuah project,  maka perusahaan mengistirahatkan saya selama 1 bulan untuk memulihkan kondisi dirumah.

Bagi saya rasanya tersiksa banget ketika tidak bisa beraktivitas cuma berdiam diri (tiduran), karena saya tidak biasa seperti ini, keseharian saya biasanya penuh dengan aktivitas, dari meeting ke meeting, negosiasi dengan client.

Karena kondisi yang semakin parah, ketika mandipun saya harus dimandikan oleh istri, makan disuapin, minta ini minta itu diambilin, istri saya terus jagain saya, bahkan  buang air besar pun (maaf) dia yang bersihkan. Tidak  ada aktivitas yang bisa saya lakukan sendiri… saya tidak berguna.

Hingga suatu ketika, saya ingin berusaha melakukan sendiri, yaitu mengambil sebuah gelas untuk minum, tapi apa daya, gelas malah terjatuh dan pecah.

“Udah ngrepotin, malah bikin makin kacau… kalau mau apa2, bilang ga bisa taa?”

Sontak saya terkejut…kagett… suara dengan nada tinggi itu datang dari istri saya, yang setiap hari diam merawat saya… nampaknya sudah mulai kehilangan kesabaran, saya menangis dalam hati…saya tidak berguna.

Hari berganti hari, tepat 3 bulan saya dirawat di rumah, istri saya pamit di pagi hari, dia ijin mau arisan keluarga.

Berhari-hari istri saya tidak pulang, nampaknya dia sudah nggak sanggup merawat saya lagi dan ternyata saat itulah terakhir saya melihatnya.

Karena sudah 3 bulan saya tidak ada perkembangan yang baik, akhirnya perusahaan  mengirimkan surat pengunduran diri saya, sekitar seminggu yang lalu.

Beruntung saya masih punya 2 anak (1 putri bungsu dan satu lagi kelas 2 sma), yang begitu sayang dan telaten merawat saya.

Ke esokan harinya, yaitu hari sabtu tanggal 24 september 2016 saya minta anak saya untuk membawa saya ke tempat yang sepi dan nyaman untuk menenangkan hati dan pikiran, pulangnya saya mampir dulu ke rumah teman, siapa tau dia punya solusi untuk masalah saya ini.

Setelah ngobrol sana sini, akhirnya teman saya merekomendasikan untuk mengkonsumsi garlic dari USA, karena temannya dulu memiliki darah tinggi turunan dan akhirnya darahnya kembali normal dan badan nya jauh lebih baik lagi setelah mengkonsumsi garlic.

Karena teman saya ini tidak pernah main-main kalau merekomendasikan, saya langsung minta anak saya untuk langsung beli garlic ini.

Saya belinya langsung di Distributor Resmi Klik Disini

Setiap malam, saya minum 3 butir garlic, hari berganti hari, minggu berganti minggu badan saya mulai membaik, setelah kurang lebih sebulan darah saya kembali normal dan badan saya jauh lebih nyaman dari sebelumnya.

Selain untuk mengatasi, garlic ini bisa juga untuk mencegah darah tinggi dan menjaga agar darah tetap normal, karenanya sampai saat ini saya minum 3 butir garlic setiap malam.

Saya sangat bersyukur sekali, karena tuhan sudah mempertemukan saya dengan teman saya, hingga akhirnya saya kembali sehat dan jauh lebih nyaman.

Singkat cerita, perusahaan mendengar kabar kalau saya sehat kembali, akhirnya saya dipanggil kembali untuk memimpin sebuah project, karena dulu saya pernah berprestasi, membuat perusahan maju dan berkembang, 

Ketika saya dan kedua anak saya lagi bermain dan bercanda di depan rumah, tiba-tiba istri saya datang dengan penuh penyesalan, lalu istri saya berlari dan memeluk saya sambil menangis minta maaf, hingga akhirnya kami semua pun saling berpelukan manangis bahagia.

Semoga cerita saya ini bisa bermanfaat dan menjadi perantara sebagaimana teman saya dulu. khususnya untuk anda yang memiliki darah tinggi, saya merekomendasikan Anda untuk minum Garlic. 

Saya beli di distributor Resmi Garlic , andapun bisa dapetinnya disana ,karena di apotek tidak ada, klik tombol dibawah ini👇